
Dapatkan Rahasia dan Kiat Sukses Memulai Usaha dan Mulai menjadi Wirausaha Sukses, Klik di . KIAT DAN RAHASIA PENGUSAHA SUKSES DALAM MEMULAI USAHA untuk mendapatkan Panduannya.
Malam ini saya nonton pertandingan Final Leg Pertama TimNas Garuda lawan Tim Harimau Melayu Malaysia. Hasilnya TimNas belum menang, ketinggalan 0-3 dari Malaysia. Saya sempat browsing di forum kaskus dan beberapa forum lainnya, juga liat trending topic twitter tentang adanya kecurangan sinar laser yang mengganggu konsent para pemain TimNas. Sempat kesel juga, bahkan Saya sempat panas juga, maklum AC kamar belum dihidupkan, haha.. Sayang sekali kesempatan menang di leg pertama belum diraih, namun ada kesempatan kedua, walau dari sisi itung-itungan peluang, kans nya kecil. Tapi, seperti yang sering diucapkan oleh para komentator bola kalo bola itu bundar, tidak ada yang tidak mungkin. Jadi masih ada kesempatan bagi Tim Garuda untuk bangkit dan terbang. AyoTim Garuda, bangkit dan terbanglah raih kemenangan di Gelora Bung Karno 29 Desember!! Tidak ada yang tidak mungkin. Buktikan siapa pemenang sejati. Gimana pemirsa, setuju kan?
Nah, sebetulnya ada sesuatu di balik pertandingan malam ini 26 Desember 2010, di balik kekalahan 0-3 dari TimNas Garuda. Sesuatu inilah yang perlu diperhatikan. Ayo mari kita sharing di blog antonhuang.com ini. Ya, sesekali kita sharing soal bola kaki, ha.. Kekalahan, saya lebih suka nyebutnya, belum menangnya TimNas Garuda malam ini, menjadi trending topik di twitter dengan kata Curang, Laser, MalaysiaCheatLaser, sinar laser menjadi kambing hitam dari kekalahan. Ya, ini salah satu faktor luar. Namun, sebetulnya, ada faktor dalam, yaitu fokus dan mental. Tim kita kehilangan fokus karena gangguan dari luar. Sangat disayangkan memang. Sisi obyektifnya, perlu membangun mental yang lebih tahan terhadap gangguan luar dan tetap fokus pada tujuan. Ya, memang mental juara diperlukan. Kalaupun memang ada penonton Malaysia yang menggunakan laser, biarlah mereka seperti itu. Ayo kita tunjukkan bahwa di Gelora Bung Karno, penonton kita tidak perlu menggunakan Laser apalagi menjadi Loser.Saya berharap Tim Garuda akan menunjukkan permainan terbaiknya dan mental pemenangnya di leg kedua tgl 29 Desember nanti. Ayo, kita support terus, oke, pemirsa.
Ada yang unik dari sepanjang perhelatan piala Suzuki AFF ini, dan mungkin ini bisa diambil hikmahnya. Ada beberapa point yang saya ambil dari berbagai forum yang mungkin bisa menjadi bahan belajar dan berkembang bagi kita semua untuk terus meningkatkan dan mengembangkan diri. INi sharing saja loch ya, yang mau sumbang pendapat dan koment monggo. INi beberapa kelemahan yang ada di kita (kita di sini tidak berarti semuanya, bisa jadi saya juga, bisa jadi tidak, bisa jadi anda, bisa jadi tidak, ini hanyalah kata pengganti).
- Bangsa kita terlalu cepat berpuas diri alias mudah lupa diri. Merayakan kemenangan itu bagus, boleh-boleh saja. Namun, kita belum menjadi pemenang. Namun, timnas kita sudah dielukan dimana-mana. Sudah tampil dimana-mana, diundang kemana-mana, padahal belum memasuki final. Pada akhirnya, final leg pertama, timnas kebobola 0-3. Semoga di final leg kedua, TimNas Garuda bangkit dan menghasilkan 4-0 / 5-1. Tidak ada yang tidak mungkin. Keep Fighting
- Bangsa kita sering menyalahkan orang lain/pihak lain. (Sering BEJ = Blame, Justify, Excuse). Kalah Menang itu hal yang lumrah dalam setiap pertandingan. Saya kecewa juga TimNas belum unggul di Final Leg Pertama, skornya pun 0-3, lumayan berat untuk menang di leg kedua. Namun, saya ingat, guru2 sukses bilang, tidak ada yang tidak mungkin. Keyakinanmu menghasilkanmu. Nah, ayo kita sama2 bagikan keyakinan dan dukungan pada TimNas untuk menang 4-0 di GBK 29 Desember. Dan kita mulai belajar tidak menyalahkan pihak/orang lain, walaupun orang lain salah. Namun, tingkatkan kualitas diri. Bukanlah lebih baik menyalakan lilin daripada terus meratapi kegelapan?
- Kita seringkali lebih mengutamakan pembangunan/pengembangan fisik daripada mental.
- Nah, point yg keempat. Saat ini tetangga kita Malaysia mungkin telah banyak mengklaim budaya Indonesia, mengklaim pulau-pulau Indonesia, makanan khas Indonesia (untung pempek palembang belum diklaim juga, haha…). Nah mari kita mulai dengan terus memupuk rasa cinta tanah air, dengan menggunakan budaya, pakaian khas Indonesia. Tingkatkan kewirausahaan sehingga lebih memajukan bangsa dan rakyat Indonesia. Cintai wisata dalam negeri yang punya potensi lebih bagus namun juga jaga potensi wisata dan keramahan. Saya pernah membatalkan wisata ke Kuala Lumpur dan Langkawi Malaysia dan lebih memilih ke Bali lagi tahun kemarin. Saya waktu kecil dulu demen nonton Unyil, sekarang gak pernah nonton Ipin Upin, haha.. Dah besar soalnya.. Hayo, siapa yang nonton Ipin Upin? Haha..Perkuat ekonomi kerakyatan maka akan memperkuat dan memajukan ekonomi, dan diharapkan bisa mengurangi ekspor TKI ke luar negeri. Dengan segala potensi alam yang melimpah ruah di negeri ini, bangsa dan rakyat Indonesia harusnya bisa lebih besar daripada negara tetangga Malaysia. Yokk.. sama-sama kembangkan SDM yang berkualitas. Sehingga nantinya bisa menjadi bangsa dan rakyat yang besar dan makmur di Asia Tenggara, Asia dan Dunia. Amien..

Benar banget. Kita kayanya terlalu hanyut dengan euforia kemenangan di babak sebelumnya padahal partai puncaknya saja belum dimulai. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk tidak PD yang 200% gitu. Kita harus tetap rendah hati dan waspada dan tidak menganggap enteng lawan hanya karena rekor kita selama ini lebih baik dari mereka. Saya juga setuju, kita kadang sering gagal meredam gangguan dari luar, dan ini yang perlu kita instropeksi diri
[Reply]
cukup kecewa juga Indonesia kalah telak gitu…
semoga bisa dibalas nanti
[Reply]
jadi intinya kita kalah ada baeknya jg ya….
jadi ga membuat bangsa kita menjadi bertambah sombong..
[Reply]
Aku memang ngak berrsetuju sama sekali malaysia dibilang merampok atau mengklaim budaya indonesia, aku wong jawa keturunan jawa, keturunanku menetap di tanah malaysia sudah 7 keturunan dari mbah, buyutku dan sebagainya, diberi tanah dan kerakyatan sama pihak kerajaan Malaysia, sesungguhnya aku bersyukur amat dilahirkan di negara ini, orang malaysia tidak merampok makanan orang jawa pecel, tempe, dan sebagainya, itu makanan orang jawa di sini, batik indonesia sama batik malaysia beda coraknya, ingin kutegaskan disini kami di malaysia masih bangsa jawa, cuma beda taat setia kami cuma pada raja disembah, digarhayu negara Malaysia.
[Reply]