Category: cerita motivasi

KITA ADALAH ELANG

Saya pernah membaca sebuah cerita tentang anak elang yang memberikan saya inspirasi dalam kehidupan ini,begini ceritanya…..

Pada suatu saat ada seekor elang yang bertelur,tanpa sepengatahuan dia ada sebuah telur jatuh kebawah pohon,telur itu ditemukan oleh seekor ayam dan dibawa pulanglah telur tersebut oleh ayam itu,telur elang itu diperlakukan sama seperti telur-telur ayam miliknya. Sehingga suatu saat menetaslah telur elang tersebut bersama dengan telur-telur ayam yang lainnya.

Hari demi hari si anak elang menjalani kehidupannya seperti ayam saudara tirinya,mencari cacing,bermain dengan ayam-ayam,sehingga suatu saat dia melihat ada seekor elang terbang diatas mereka, dia pun terpana melihat elang tersebut terbang bebas diangkasa. “wah enak ya si elang bisa terbang bebas”kata si anak elang tersebut,”jangan mimpi deh,kamu kan ayam nga bisa terbang seperti mereka”kata saudara tiri si elang tersebut. Hari berlalu,bulan demi bulan tahun demi tahun dan akhirnya anak elang tersebut tidak bisa terbang sampai akhir hayatnya,dia hanya menjalani hidupnya seperti ayam.

Kesimpulan dari cerita tersebut adalah kita semua sebenarnya terlahir sebagai pengusaha (ibarat elang) tetapi kita sering berada di lingkup karyawan/pegawai (ibarat ayam) seringkali kita hanya berada pada rutinitas sehari-hari,kita tidak mau belajar untuk terbang,kita takut akan jatuh tetapi setelah kita menguasainya kita akan terbang bebas diangkasa. Begitu indahnya dunia ini.

Jadi bagaimana dengan anda? apakah masih menjadi ayam? atau mulai sekarang belajar mengepakkan sayap elangmu walaupun dengan resiko anda harus jatuh,setiap pembelajaran pasti ada gagal (jatuh).

Salam Sukses

SUCCESS IS EVERYWHERE

Selamat pagi semua, semoga pagi ini memberikan anda semangat untuk memulai hidup yang lebih bermakna dan terima kasih sudah membaca di blog motivasi ini. Komentar anda di artikel-artikel kami sangatlah bermanfaat,terima kasih.

Oke.. sekarang saya mau bercerita sedikit untuk membuka wawasan kita,didaerah tempat saya tinggal ada sebuah gudang besar menampung kardus-kardus bekas yang setiap hari dikirim kepabrik-pabrik untuk diolah menjadi berbagai macam kardus baru dan yang mengejutkan adalah pemiliknya seorang bekas pemulung 7 tahun yang lalu.

Iya, 7 tahun yang lalu dia adalah seorang pemulung ulung :) gudang yang besar sekarang adalah bekas gubug dia, kira-kira apa rahasianya hingga dia bisa menjadi kaya raya (tanpa bantuan Om Jin loh kalau bantuan paman Google mungkin iya :p ) Menurut saya dia jeli, dulu disemarang tidak ada pengepul kardus bekas, akhirnya dia berinisiatif menjadi pengepulnya dan yang kedua dia berani melobi pabrik-pabrik besar pembuat kardus.

Nah kesimpulan yang dapat kita petik adalah apapun latar belakang anda sukses bisa kita raih asal kita jeli melihat kesempatan,jangan menjadi orang yang pintar tapi bodoh,saya pernah membaca salah satu testimoni peserta seminar Tung Desem Waringin,sekarang dia sudah memiliki sebuah mobil jaguar (bukan dari poin plus plus loh) 3 tahun yang lalu dia adalah OB (Office Boy) disebuah perusahaan swasta.

Sekarang bagaimana dengan anda? diam dan tetap dengan aktivitas anda? sedangkan orang-orang sudah bangkit meraih sukses. Jika anda sudah membaca artikel-artikel diBLOG ini anda sudah melangkah sedikit untuk meraih sukses ANDA, teruslah membuka pikiran positif anda,apapun kerja anda apapun kondisi anda saat ini sukses bisa diraih.

Salam Sukses,

Lihatlah Kegagalan Saya

Selamat pagi semua.. Selamat datang di blog cerita motivasi, cerita bijak, cerita hikmah, kata-kata motivasi, cerita inspirasi, sharing motivasi dan inspirasi. Selain bisa membaca, anda pun bisa berkontribusi sebagai author/ penulis di blog ini. Sudah ada 10 orang, yang terdaftar. Ayo berbagi motivasi, inspirasi lewat cerita motivasi, sharing pengalaman hidup, kata-kata yang memotivasi ataupun menginspirasi di blog ini. Kita hidupkan semangat berentrepreneur di bumi tercinta Indonesia.

Berikut sharing cerita motivasi dari seorang tokoh terkenal : Soichiro Honda…

Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…

Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.

Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.
Baca Lanjut lagi..

BUKU TELEPON

Ternyata hal yang menurut kita sederhana bisa berarti begitu besar bagi orang lain… So be grateful for anything you’ve got although only small things and also be grateful for someone else happiness… hihi teori bgt yach
Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik. Seorang guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan.“Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuatmu bahagia? Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini?” Murid-murid tampak saling pandang. Terdengar suara lagi dari guru, “Ya,ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidupmu…” Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan guru itu menunjuk pada seorang murid.”Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui?
Berbagilah dengan teman-temanmu. ..”

Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid, “Seminggu yang lalu,adalah masa yang sangat besar buatku. Orangtuaku, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang aku impikan selama ini” Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang sesuatu.

“Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan itu!” Sang guru tersenyum. Tangannya menunjukbeberapa murid lainnya. Maka,terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir. Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil. Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri.
Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung. Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah bicara, hingga terdengar suara dari arah belakang.

“Pak… Pak, aku belum bercerita” Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil. Matanya berbinar. Mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar yang mereka punya. “Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua”, ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu. “Apa hal terbesar yang kamu dapatkan?”, Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali.

“Keberhasilan terbesar buatku, dan juga buat keluargaku adalah… saat nama keluarga kami tercantum dalam buku telpon yang baru terbit 3 hari yang lalu” Sesaat senyap. Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu. Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar cerita itu.

Dari sudut kelas, ada yang berkomentar, “Ha? aku sudah sejak lahir menemukan nama keluargaku di buku telpon. Buku Telpon? Betapa menyedihkan. .. Hahaha” Dari sudut lain, ada pula yang menimpali, “Apa tak ada hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang lumrah semacam itu?” Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi ruangan.
Baca Lanjut lagi..

TUJUAN HIDUP

Suatu hari ada orang aneh mendatangi anda. Lalu berucap: “Mau kemana sih, loe?”, Gampang. Anda jawab saja: “Gue mau kekantor!”. Atau, “Gue mau kekampus.” Bilang “kerumah pacar” juga boleh. Pertanyaannya hanya satu; “Mau kemana sih, loe?” Tetapi, jawabannya bisa banyak sekali. Sekarang, jawaban mana yang benar? Tidak seperti soal ebtanas yang menuntut hanya satu jawaban yang benar, pertanyaan itu memberikan keleluasaan kepada setiap individu untuk menemukan jawabannya masing-masing. Apakah anda bilang hendak kekantor atau ke kampus, atau kerumah pacar; itu tidak dipersoalkan. Sebab, orang yang mempunyai tujuan, akan selalu mempunyai jawabannya. Sedangkan, seseorang yang tidak tahu hendak menuju kemana dia; pasti tidak bisa menjawabnya.Saya baru diingatkan kembali tentang salah satu episode dari Alice in Wonderland, buah karya legendaris Lewis Carroll. Dalam suatu perjalanan, Alice tiba di sebuah persimpangan jalan. Jalan yang dilaluinya bercabang menjadi dua. Satu kekiri, dan satu lagi kekanan. Alice bingung mau mengambil jalan yang mana. Dalam bimbangnya, ia bertanya kepada Cheshire Cat yang lucu itu; “Would you tell me please,” katanya “which way I ought to go from here?” Kucing bijaksana itu menatap wajah Alice. Lalu dia berkata; “That’s depend on a good deal on where you want to go…” Kata Cheshire Cat. Mendengar nasihat itu, Alice berkata bahwa dirinya tidak terlalu peduli dengan tujuan. Dan sang kucing kembali tersenyum, lalu berkata dengan lemah lembut;
Baca Lanjut lagi..

BELAJAR HIDUP DARI SANG ELANG

Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat
menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan:
Baca Lanjut lagi..

BEKERJA UNTUK BELAJAR

Barusan saya berbincang dengan teman saya tentang mana yang lebih dulu bekerja apa belajar? Menurut saya kedua-duanya bisa merupakan awal. Paradigma yang biasa di masyarakat adalah kita harus menuntut ilmu setinggi-tingginya untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Maka tak heran kalau orang tua selalu berusaha untuk menyekolahkan anaknya sampai jenjang tertinggi, misalnya S1 atau S2 atau minimal SMA.

Dengan menuntut ilmu di perguruan tinggi, diharapkan kita akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Tapi kenyataannya kita dapat lihat banyak pengangguran, walaupun sudah bergelar sarjana. Sedangkan beberapa orang walaupun tidak tamat SD bisa sukses dalam bisnisnya. Saya bisa ambil contoh pak Bob Sadino, pak Andri Wongso dll. Kenapa bisa demikian? Menurut saya, semakin tinggi kita menempuh ilmu maka semakin tinggi standar pekerjaan yang kita inginkan. Tentunya lulusan S2 tidak mau bekerja sebagai kuli atau bawahan kan. Hal inilah yang membelenggu mereka sehingga mereka selalu mengharapkan pekerjaan yang sesuai dengan titel mereka. Tapi tentunya tidak banyak lowongan pekerjaan untuk level atas. Apa yang lebih dibutuhkan oleh perusahaan? Tentunya pengalaman akan berjalan lurus dengan keterampilan anda. Dan kebanyakan pekerja adalah fresh graduate, yang belum cukup pengalaman.Jadi apa kuncinya disini? Iya pengalaman, dalam hal ini saya dapatkan katakan bahwa anda bekerja untuk belajar. Bekerja untuk mendapatkan pengalaman dan belajar untuk memecahkan masalah. Dan yang menjadi kebiasaan bagi karyawan atau pekerja adalah mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Mereka berusaha lebih keras untuk menyelesaikan pekerjaan di kantor. Sehingga mereka lupa bahwa mereka perlu waktu untuk belajar, mengembangkan keterampilan mereka, belajar hal-hal yang baru, dan tidak terjebak dalam rutinitas kerja. Banyak orang yang terjebak dalam rutinitas kerja menjadi stress. Karena ia tidak dapat meluangkan sedikit waktu untuk diri sendiri maupun untuk keluarga.

Berkenaan dengan hal ini, maka saya menyarankan untuk memulai sesuatu dari hal yang kecil kemudian ke hal yang besar. Usahakan anda selalu dalam proses pembelajaran. Luangkan waktu anda untuk mempelajari sesuatu yang baru. Tidak harus sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan anda saat ini. Karena apa yang anda pelajari saat ini mungkin akan menjadi masa depan anda.

Saya sendiri drop out dari universitas, akhirnya segala pekerjaan pernah saya lakukan dari menjaga warnet,jaga rental VCD,kerja dipedalaman kalimantan,menjadi instruktur fitness,kepala gudang distributor  dan akhirnya sekarang saya masih menjadi kepala akuntan diperusahaan exp-imp, membuka frenchise salon disebuah mall dan membangun bisnis On Line Store. Saya tidak menyesal keluar dari kampus ataupun melakukan pekerjaan kecil tapi saya bersyukur karena begitu banyak pengalaman dan orang-orang yang saya kenal dan tentunya saya banyak belajar dari apa yang pernah saya kerjakan.

Semoga bermanfaat….SALAM SUKSES